Our Lives Matter

Jumat, 10 April 2020

Aspek-aspek dalam mendesain Produk


            Desain produk adalah proses menciptakan produk baru yang akan dijual oleh perusahaan untuk pelanggannya. Sebuah konsep yang sangat luas, pada dasarnya generasi dan pengembangan ide-ide yang efektif dan efisien melalui proses yang mengarah ke produk-produk baru. Dalam pendekatan sistematis, desainer produk konsep dan mengevaluasi ide-ide, dan mengubahnya menjadi penemuan yang nyata dari produk. Peran produk desainer adalah untuk menggabungkan seni, ilmu pengetahuan, dan teknologi untuk menciptakan produk-produk baru yang dapat digunakan orang lain.
            Peran mereka berkembang telah difasilitasi oleh alat digital yang sekarang memungkinkan desainer untuk berkomunikasi, memvisualisasikan, menganalisis dan benar-benar menghasilkan ide-ide nyata dalam cara yang akan mengambil tenaga kerja yang lebih besar di masa lalu. Desain produk kadang-kadang bingung dengan (dan tentu tumpang tindih dengan) desain industri, dan baru-baru ini menjadi istilah yang luas termasuk layanan, software, dan desain produk fisik. Desain industri yang bersangkutan dengan membawa bentuk artistik dan kegunaan, biasanya berhubungan dengan desain kerajinan dan ergonomi, bersama-sama untuk memproduksi massal barang.
Berikut Aspek yang perlu diperhatikandalam Desain Produk:
1. Yaitu kualitas yang baik
            Kualitas Produk (Product Quality) adalah kemampuan suatu produk untuk melaksanakan fungsinya meliputi, daya tahan keandalan, ketepatan kemudahan operasi dan perbaikan, serta atribut bernilai lainnya. Untuk meningkatkan kualitas produk perusahaan dapat menerapkan program ”Total Quality Manajemen (TQM)”. Selain mengurangi kerusakan produk, tujuan pokok kualitas total adalah untuk meningkatkan nilai konsumen.

2. Biaya rendah
            Biaya Rendah (Low Cost Strategy) atau biasa disebut Cost Leadership Strategy adalah strategi dimana perusahaan menjual produk dan jasanya kepada pelanggan dengan harga yang lebih rendah dibandingkan dengan pesaing-pesaingnya. Perusahaan yang memiliki keunggulan biaya menyeluruh dapat memanfaatkan keunggulan tersebut untuk menetapkan harga rendah atau mengambil marjin laba yang lebih tinggi. Perusahaan yang mampu membuat produk dengan biaya yang lebih rendah dan menjualnya dengan harga yang dapat memberikan laba yang lebih besar dibandingkan pesaing, maka perusahaan berada dalam posisi yang lebih baik, yaitu :

·         Memungkinkan perusahaan bertahan dalam situasi persaingan perang harga dan menghalangi pesaing dengan biaya yang lebih tinggi melakukan perang harga (untuk bertahan dari perang harga, menyerang dari sudut harga, menikmati laba yang tinggi).
·         Laba yang lebih tinggi dapat di investasikan untuk memperbaiki kualitas dan efisiensi.
·         Kemungkinan menghasilkan skala ekonomi, tetapi banyak perusahaan tidak memanfaatkannya (karena keterbatasan modal, informasi dan lain-lain).
·         Kenaikan bahan baku dari supplier dapat diredam oleh keunggulan dalam biaya.

3. Jadwal yang tepat.
         Setiap manajer produksi memikul tanggung jawab untuk melaksanakan rencana dan tujuan perusahaan. Adapun tujuan umum perusahaan manufaktur adalah memproduksi secara sukses, ekonomis, tepat waktu, sesuai dengan janji yang diberikan, dan memperoleh keuntungan. Salah satu fungsi yang terpenting dalam mendukung usaha untuk mencapai tujuan perusahaan manufaktur seperti apa yang telah disebutkan di atas adalah Perencanaan dan Pengendalian Produksi. Apabila tujuan atau rencana tersebut dapat dicapai, maka perusahaan mencapai kondisi ideal dalam bentuk minimasi biaya produksi, harga jual yang rendah dan bersaing, serta dapat menguasai pangsa pasar secara luas.
            Secara umum tujuan suatu perusahaan adalah memperoleh keuntungan di samping tercapainya kelanjutan dan pengembangan usaha. Dengan keuntungan yang diperoleh tersebut perusahaan akan mampu membayar kompensasi manajemen dan karyawan dengan baik dalam konteks tingkat kompensasi yang memadai dan ketepatan waktu pembayaran, membayar tagihan dari pihak ketiga, misalnya pembayaran sewa listrik, sewa gudang, pajak, bahan mentah, bahan baku, serta bahan pembantu dari pihak pemasok, memelihara dengan baik peralatan produksi agar dapat berjalan dengan lancar dan ekonomis, mengganti mesin-mesin dan peralatan lainnya yang memang sudah saatnya harus diganti, dan melakukan perluasan atau ekspansi perusahaan sehingga dengan demikian perusahaan tersebut betul-betul maju dan berkembang.

Sumber:

Aspek-aspek Pemasaran

          Aspek pemasaran adalah faktor penting yang dijadikan sebagai kunci dari keberhasilan perusahaan khususnya dalam memetakan pasar. Aspek pemasaran dalam pengelolaan usaha sama halnya dengan aspek pemasaran dalam studi kelayakan bisnis yang dirancang dan diperhatikan sebelum kita memulai usaha. Analisis aspek pemasaran dilakukan untuk melihat dan menganalisis kebutuhan pasar agar strategi pemasaran yang akan dirancang sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.
            Sama halnya dengan aspek pemasaran dalam kewirausahaan, aspek-aspek pemasaran dalam hal ini digunakan untuk mengembangkan usaha yang ada ditinjau dari segi pemasaran. Sebagai orang yang mengetahui Tugas Manajer Pemasaran pastilah harus mengetahui segala hal mengenai aspek pemasaran untuk memperlancar kinerjanya.
Aspek-aspek pemasaran diantaranya adalah :
1. Spesifikasi Produk
            Aspek pemasaran yang pertama adalah spesifikasi produk. Produk adalah setiap hal berupa barang maupun jasa yang  ditawarkan ke pasar untuk memenuhi kepuasan dan kebutuhan konsumen. Keputusan-keputusan tentang produk dalam aspek pemasaran mencakup bentuk penawaran secara fisik, merknya, kemasaran, garansi, dan servis purna jual. Pengembangan produk dapat dilakukan setelah mengetahui keperluan dan keingingan pasarnya. Jika masalah ini telah selesai maka keputusan mengenai harga, distribusi dan promosi dapat diambil.
            Selain itu produk juga tidak selalu diidentikan dengan barang. Produk yang tidak berwujud disebut dengan jasa. Jasa ialah segala tindakan maupun unjuk kerja yang ditawarkan ke pihak lain yang intangible dan tidak menyebabkan perpindahan kepemilikan apapun. Produksinya bisa terkait dan bisa juga tidak terikat pada suatu produk fisik. Penentuan spesifikasi produk dapat dilihat dari kondisi pasar yang ada dengan melakukan analisis aspek pemasaran yang lainnya. Pengertian pasar adalah kelompok pembeli potensial dari produk dan merk yang ada. Jadi ada suatu kaitan erat antara pasar dengan produk yang ditawarkan penjual. Oleh karena itu segmentasi pasar akan produk sangat diperlukan agar produk yang ditawarkan sesuai dengan keinginan pasarnya. Apabila produk yang ditawarkan berbeda, pasar yang dituju juga berbeda. Dalam hal ini akan dibahas mengenai aspek pemasaran dalam masalah pembedaan produk (product differentiation).


2. Segmentasi Pasar
            Apabila analisis aspek pemasaran pada spesifikasi produk dan Product Differentiation didasarkan pada pemisahan atau pengkhususan di antara produk-produk, maka segmentasi pasar didasarkan pada pemisahan atau pengkhususan diantara para calon konsumen sebagai pasar. Pada kenyataannya, pasar itu bersifat heterogen oleh karena itu sulit kiranya bagi perusahaan untuk memasarakan produknya (kecuali produk tertentu seperti garam) tanpa mengadakan segmentasi pasar. Pada kasus seperti ini perusahaan harus dapat menentukan beberapa segmen pasar dan kemudian baru mengalokasikan sumber-sumber ke segmen tersebut. Adapun definisi segmentasi pasar adalah kegiatan membagi-bagi pasar yang bersifat heterogen dari suatu produk ke dalam satuan-satuan pasar (segmen pasar) yang bersifat homogen.
            Jadi perusahaan membagi pasarnya ke dalam segmen-segmen pasar tertentu dimana tiap-tiap segmen tersebut memiliki sifat homogen. Hal ini disebabkan karena dalam kenyataanya masih terdapat produk yang memiliki sifat heterogen pada seluruh pasar atau produk tersebut hanya diperlukan oleh kelompok pasar tertentu saja. Sedangkan homogenitas pada tiap segmen dikarenakan terdapat differensiasi pada cara dalam membeli, cara dalam menggunakan produk, keperluan pemakai, alasan dilakukan pembelian, tujuan pembelian itu sendiri dan sebagainya. Jadi segmentasi ini merupakan proses yang menyeluruh di mana perusahaan harus memperhatikan pembelian dari masing-masing segmen. Paling tidak usahanya akan lebih ekonomis dapabila unit-unit pembelian itu dikelompokkan ke dalam beberapa kelompok saja. Ini semua tidak terlepas dari usaha mencapai laba maksimum.

3. Analisa dan Peramalan Permintaan
            Analisa pasar merupakan langkah pertama dalam merencanakan strategi yang sesusai dengan kondisi pasar untuk menangkap peluang dan mengembangkan usaha. Pada umumnya analisis ini akan menghasilkan pembaharuan dalam bentuk pemasaran, keuntungan yang diperoleh jika membeli suatu produk seperti diskon dalam situasi dan keadaan tertentu atau berupa hadiah langsung.

4. Analisa Volume Penjualan dan Biaya Pemasaran
            Analisa volume penjualan pada aspek pemasaran analisa pasar dan peramalan permintaan merupakan suatu studi mendalam tentang masalah “penjualan bersih” dari laporan rugi-laba perusahaan. Manajemen perlu menganalisa volume penjualan total dan juga volume itu sendiri. Analisa tersebut dapat didasarkan pada Product Line Segmen pasar (teritorial, kelompok pembeli, dan sebagainya) Dalam menganalisa, manajer dapat membandingkan penjualannya dengan sasaran perusahaan dan juga dengan penjualan industri. Analisa volume penjualan sangat bermanfaat dalam evaluasi dan pengendalian kegiatan pemasaran perusahaan.

5. Mengestimasi Penjualan Potensial
            Dalam melayani kebutuhan pasarnya, perusahaan perlu memperkirakan penjualan potensialnya. Ini dibuat untuk menunjukkan seberapa besar kemampuan perusahaan dalam melayani atau mengisi kebutuhan tersebut. Hal ini penting dilakukan dalam aspek pemasaran dalam pengelolaa usaha untuk meramalkan penjualan selanjutnya.

6. Peramalan Penjualan
            Peramalan penjualan yang tepat pada aspek pemasaran dalam kewirausahaan ataupun pengelolaan usaha sangat diperlukan dalam setiap tahap perencanaan bisnis. Manajer pemasaran harus mempunyai ramalan penjualan yang dimaksudkan untuk :
·         Menentukan kuota
·         Dipakai sebagai pedoman di dalam pengembangan produk
·         Merencanakan promosi
·         Mengalokasikan tenaga kerja
Peramalan penjualan sebagai contoh aspek pemasaran ini akan digunakan oleh beberapa bagian dalam perusahaan dan sangat membantu terhadap proses persiapan.

7. Analisa Pesaing
            Analisa pesaing adalah satu dari aspek pemasaran dalam studi kelayakan bisnis yang cukup siginifikan. Analisis aspek pemasaran ini menjadi penentu dimana posisi kita dalam dunia bisnis.
Pesaing merupakan perusahaan yang memproduksi atau memasarkan barang dan jasa yang memiliki kemiripan dengan produk yang kita hasilkan/tawarkan. Analisa pesaing yang perlu dilakukan adalah dengan melakukan identifikasi terhadap kesempatan, ancaman atau persoalan strategis yang timbul dari pergantian suasana bersaing yang potensial. Selain itu melakukan identifikasi terkait kekuatan dan kelemahan pesaing perlu dilakukan untuk melihat peluang yang ada. Analisa pesaing dapat diawali dengan melihat pesaing umum dan pesaing potensial. Mengetahui kekuatan dan kelemahan pesaing merupakan kunci dalam penyusunan strategi. Salah satunya adalah berusaha mengembangkan kekuatan perusahaan untuk menutupi kelemahan pesaing.
            Analisa pesaing ini akan berdampak pada meningkatnya produk maupun strategi pemasaran yang diterapkan. Pada analisa pesaing dilakukan untuk melihat perbedaan dari pesaing yang meliputi kualitas produk harga, sistem pemasaran, maupun aspek-aspek pemasaran lainnya. Analisa ini bertujuan sebagai refrensi bagi perusahaan untuk terus memperbaiki kinerja perusahaan agar mampu meningkatkan daya saing di dunia bisnis.

8. PRomosi
            Promosi merupakan upaya dari penjual untuk menawarkan produknya kepada pembeli atau konsumen supaya konsumen berminat untuk melakukan pembelian. Promosi merupakan bagian yang sangat vital dalam aspek pemasaran dimana melalui promosi, penjual dapat memberikan informasi secara luas mengenai produk, mempengaruhi dan melakukan langkah persuasif kepada konsumen, dan juga dapat mendekatkan konsumen terhadap produk yang ditawarkan. Promosi merupakan suatu info maupun tindakan mengajak yang dilakukan satu arah dalam rangka memberikan pengarahan kepada seseorang maupun sekelompok orang untuk melakukan sesuatu yang mengarah pada pertukaran pada pemasaran.

Sumber:

Kamis, 26 Maret 2020

Cara menyusun Rencana Bisni / Business Plan

              Rencana bisnis adalah pernyataan formal atas tujuan berdirinya sebuah bisnis, serta alasan mengapa pendirinya yakin bahwa tujuan tersebut dapat dicapai, serta strategi atau rencana-rencana apa yang akan dijalankan untuk mencapai tujuan tersebut. Rencana bisnis juga dapat mengandung informasi tentang latar belakang organisasi atau tim yang bertanggung jawab memenuhi tujuan itu.
               Kegunaan utama dari rencana bisnis, yaitu untuk merancang strategi dan rencana awal bisnis Anda. Sebuah bisnis baru akan sulit berkembang jika hanya dijalankan saja tanpa sebuah panduan dan rancangan. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk menyusun sebuah rencana bisnis. Dengan begitu, bisnis Anda akan lebih terarah dan berorientasi pada target sesuai dengan jalan yang benar demi menuju kesuksesan bisnis.
              Manfaat berikut dari rencana bisnis adalah untuk mendatangkan investor yang akan memodali bisnis Anda. Secara tidak langsung, rencana bisnis tersebut bisa menjadi proposal atau dokumen untuk mendapatkan sumber pendanaan. Sumber dana di sini maksunya yang didapat dari pihak lain, seperti investor, perbankan, atau modal ventura.
Berikut ini adalah cara menyusun rencana bisnis:
1. Ringkasan Singkat
             Ringkasan singkat ini berisi tentang informasi terkait bisnis Anda. Visi, misi, serta tujuan dan target bisnis yang akan dikembangkan. Produk atau jasa apa yang Anda jual kepada konsumen. Buatlah semenarik mungkin sehingga rencana bisnis Anda menarik dan menjual.

2. Latar Belakang Bisnis

            Latar belakang bisnis bercerita mengenai alasan mendirikan bisnis tersebut, orang-orang yang terlibat di dalamnya, seperti pemodal atau pemilik saham, struktur organisasi, daftar konsultan atau ahli, dan yang terkait lainnya. 

3. Analisis Produksi Bisnis
        Bagian ini berisi tentang penjelasan mengenai sistem operasi bisnis Anda. Dari hulu sampai hilir dijelaskan. Misalnya bisnis Anda bergerak di bidang produksi ataupun manufaktur, Anda perlu menjabarkan bagaimana prosesnya mulai dari menerima pesanan, produksi barang, hingga distribusinya. Begitupun jika bergerak di bidang jasa, bagaimana cara Anda mengirimkan jasa kepada konsumen.

4. Analisis Tenaga Kerja
            Jangan lupa masukkan rincian tenaga kerja yang diperlukan, seperti kompetensi dan keahlian,  jumlah yang dibutuhkan. Jangan remehkan untuk mendetailkan kebutuhan tenaga kerja pada bisnis Anda, karena pengalokasian sumber daya manusia yang tepat merupakan salah satu penentu keberhasilan bisnis Anda

5. Analisis Pemasaran dan Distribusi
           Anda juga perlu menganalisis pemasaran dan distribusi produk jasa Anda dalam rencana bisnis. Target pasar yang dibidik, tren pasar yang sedang berkembang, termasuk strategi pemasaran yang akan diterapkan untuk mencapai target penjualan. Proses maupun strategi distribusi pun harus dicantumkan di rencana bisnis sehingga produk atau jasa Anda dapat dinikmati konsumen.

6. Analisis Keuangan dan Pengembalian Modal
             Penting bagi Anda mencantumkan proyeksi pemasukan dan pengeluaran, perhitungan kapan modal dapat kembali, pengembalian investasi kepada investor, serta segala hal lain yang berkaitan dengan aliran uang harus masuk dalam rencana bisnis.

7. Rencana Ekspansi dan Pengembangan Bisnis
         Investor biasanya akan menyoroti satu hal penting dalam sebuah rencana bisnis, yakni rencana ekspansi dan pengembangan usaha. Seberapa serius Anda mengembangkan usaha tersebut, apa saja yang akan dilakukan dan strategi pengembangan bisnis apa saja.

8. Analisis Risiko Bisnis
              Namanya bisnis, pasti ada saja risikonya termasuk bisnis Anda. Adapun berbagai risiko bisnis yang mungkin saja muncul di tengah jalan, yakni risiko operasional, risiko keuangan, risiko saat produksi, dan lain sebagainya. Analisis ini tidak hanya seputar identifikasi risiko, tetapi juga strategi Anda dalam mengatasi dampak dari risiko tersebut.

Sumber :
https://www.cermati.com/artikel/cara-membuat-bisnis-plan-dan-kegunaannya
https://id.wikipedia.org/wiki/Rencana_bisnis

Dasar-dasar Kewirausahaan

         Kewirausahaan adalah proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan.Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi risiko atau ketidakpastian. Dalam kewirausahaan terdapat dasar-dasar dan konsep tersendiri, berikut ini adalah dasar-dasar dari kewirausahaan.
               Secara etimologis istilah wiraswasta berasal dari kata wira dan swasta.Wira, artinya berani, utama, gagah, luhur, teladan, perkasa, atau pejuang.Swasta adalah paduan dari kata swa dan sta. Swa, artinya sendiri dan sta,artinya berdiri. Bertolak dari arti secara etimologis tersebut Wasty Soemarno(1984 h.43) merumuskan pengertian wiraswasta sebagai berikut “Wiraswastaialah keberanian, keutamaan, serta keperkasaan dalam memenuhi kebutuhanserta memecahkan permasalahan hidup dengan kekuatan yang ada pada dirisendiri”. Rumusan senada disampaikan pula oleh Pusat Latihan Koperasi danPembinaan Pengusaha Kecil (1995 h.4). 
              Konsep entrepreneur itu sendiri sebenarnya mulai diperkenalkan pada abad kedelapan belas (abad ke-18) di Prancis ketika seorang ahli ekonominya yang bernama Richard Cantillon mengaitkan antara beban risiko yang harus ditanggung oleh pemerintah dengan para pengusaha di dalam menjalankan roda ekonomi. Pada periode yang sama, di Inggris sedang terjadi pula revolusi industri yang melibatkan sejumlah entrepreneur. Pada sat itu mereka  merupakan pemeran kunci revolusi terutama apabila dikaitkan engan
keberaniannya dalam pengambilan risiko dan transformasi sumber daya (Kirzner 1979). Pada saat itu juga, telah banyak para ahli ekonomi yang mencoba merumuskan pengertian yang terkandung pada istilah entrepreneur ini. Sampai dengan tahun 1950-an telah terdapat sejumlah definisi dan referensi entrepreneur serta kebanyakan merupakan buah pikiran yang isumbangkan oleh para ahli ekonomi. Sebagai contoh, Cantillon (1725), Jean Baptiste Say (1803) ahli ekonomi Prancis yang termasyur pada saat itu, Josep Schumpeter (1934) ahli ekonomi yang genius pada abad ke-20. Mereka semua telah menulis tentang entrepreneurship dan dampaknya terhadap pembangunan ekonomi. Pada dekade berikutnya, telah dilakukan pula sejumlah upaya untuk melukiskan dan mendefinisikan tentang apa sebenarnya entrepreneurship ini. Sebagai contoh, berikut kami kemukakan beberapa batasan entrepreneurship tersebut
           Dari beberapa definisi kewirausahaan yang telah dipaparkan di atas, kita mempunyai gambaran bahwa pada setiap definisi yang dikemukakan tersebut selalu mengandung unsur atau seperangkat ciri-ciri positif tertentu yang tercermin dari seorang wiraswasta, seperti inovatif, kreatif, produktif dan semacamnya. Menurut penulis hal penting yang perlu digarisbawahi dari semua itu adalah kemampuan seorang wirausaha untuk mewujudkan suatu “gagasan” dalam usahanya menjadi sesuatu yang “nyata”. Ciri dan embelembelnya boleh macam-macam, tetapi semangat dan karyanya dalam mewujudkan suatu ide menjadi sesuatu yang dapat dikerjakan, dijual, dan memberikan manfaat bagi masyarakat banyak merupakan jiwa dari seorang wirausaha. 

Sumber : http://repository.ut.ac.id/4015/1/PKOP4206-M1.pdf

Sabtu, 29 Juni 2019

Review Artikel Mengenai Kecelakaan Kerja


TUGAS SOFTSKILL PENGETAHUAN LINGKUNGAN
REVIEW ARTIKEL KECELAKAAN KERJA





Disusun Oleh :
      Nama Anggota / NPM            : Hega Sinna Armianto                       / 33416255
      Kelas                                       : 3ID11
      Dosen                                      : Adi Pramudyo
      Mata Kuliah                            : Pengetahuan Lingkungan






JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
BEKASI
2019


Definisi Kecelakaan Kerja
               Kecelakaan kerja merupakan sebuah kejadian yang tidak dikehendaki dan tidak terduga yang dapat menimpa seorang karyawan, atau seorang pekerja didalam sebuah perusahaan yang menimbulkan korban manusia atau harta benda (Permenaker No.03/MEN/1998). Pengertian kecelakaan kerja adalah semua kejadian yang tidak direncanakan yang menyebabkan atau berpotnesial menyebabkan cidera, kesakitan, kerusakan atau kerudian lainnya (Standar AS/NZS 4801:2001). Sedangkan definisi kecelakaan kerja menuru OHSAS 18001:2007 adalah kejadian yang berhubungan dengan pekerjaan yang menyebabkan cdera atau kesakitan  (berhantung dari keparahannya) kejadia kematian atau kejadian yang dapat menyebabkan kematian.

Review
            Berikut ini adalah review artikel mengenai kecelakaan kerja yang didapatkan dari salah satu website berita, untuk sumber berita akan dicantumkan link-nya dibawah pada bagian daftar pustaka.
Seorang Karyawan bernama Jomar Junco yang bekerja di sebuah perusaahaan sosis di Filipina distrik LaPaz Kota Iloilo, Provinsi Filipina Barat mengalami kecelakaan kerja yang sangat tragis. Dikarenakan karyawn tersebut baru bekerja selama 2 Minggu lamanya sehingga masih belum tahu atau masih belum lancer dalam mengoperasikan sebuah mesin pengaduk daging, sehingga kecelakaan kerja terjadi dan karyawan tersebut tersedot kedalamnya, kronologi kejadian adalah didudga karyawan tersebut masih belum tahu atau masih belum cukup lancer dalam mengoperasikan mesin tersebut sehinga tangan kanan Karyawan tersbut terperankap kedalam mesin dan terseret kedalam hingga tubuhnya masuk.
Jika dilihat dari rangkuman artikel diatas dapat diketahui kecelakaan kerja yang menimpa karyawan tersebut merupakan sebuah kelalaian dari kedua belah pihak baik perusahaan maupun karyawan itu sendiri. Dalam sebuah pekerjaan seharusnya sebuah perusahaan harus memberikan sebuah training atau sebuah pelatihan terhadap karyawan barunya sehingga karyawan dapat bekerja dengan lancar ataupun perusahaan belum sempat memberikan pelatihan harusnya karyawan baru didampingi oleh karyawan senior yang lebih berpengalaman untuk mengajari dan mengawasi karyawan yang masih baru, selain itu karyawan tersebut juga terlihat masih kebingungan dalam mengoperasikan mesin sehingga karyawan tersebut lalai sehingga mengakibatkan kecelakaan kerja tersebut.
Kesimpulannya adalah sebagai perusahaan harusnya memberikan sebuah Training atau pelatihan kepada perusahaan baru, atau memberikan pengawasan terhadap karyawan baru, selain itu Perusahaan dapat memberikan pelatihan K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) sehingga Karyawan dapat lebih berhati-hati dalam pekerjaannya. Selain itu seoran Karyawan baru harusnya harus lebih berhati-hati dan meminta pelatihan khusus dalam mengoperasikan sebuah alat sehingga kecelakaan kerja seperti itu dapat dihindari.

Daftar Pustaka


Sabtu, 27 April 2019

Review Perusahaan Multinasional Nissan Motors Company Ltd


TUGAS SOFTSKILL PENGETAHUAN LINGKUNGAN
(PERUSAHAAN MULTINASIONAL NISSAN MOTORS COMPANY Ltd)
  


Disusun Oleh :
      Nama Anggota / NPM            : 1. Andilala                                        / 30416776
                                                        2. Hega Sinna Armianto                   / 33416255
                                                        3. Richard M. Silaban                       / 36416314
      Kelas                                       : 3ID11
      Dosen                                      : Adi Pramudyo
      Mata Kuliah                            : Pengetahuan Lingkungan



JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
BEKASI
2018






NISSAN MOTORS COMPANY Ltd

1.       Sejarah
Nissan Motor Company Ltd atau yang lebih dikenal dengan nama Nissan Motors atau Nissa (bahasa Jepang: 日産自動車株式会社 Nissan Jidōsha Kabushiki-gaisha) merupakan sebuah produsen otomotif multinasional asal Jepang. Perusahaan dengan merek ini merupakan divisi utama dari Grup Nissan. Nissan dulunya merupakan perusahaan yang mengunakan nama Datsun di pasaran sampai dengan tahun 1983. NIssa memiliki kantor utama yang berlokasi di wilayah Ginza dari Chūō-ku, Tokyo, Jepang tetapi Nissan merencanakan akan memindahkan kantor utama mereka ke Yokohama, Kanagawa pada 2010, di mana konstruksi sudah dimulai pada 2007. Pada tahun 2011, mereka resmi memindahkan kantor pusat ke Nishi-ku, Yokohama.
Nissan Motor memiliki nama awal berupa Datsun yang merupakan akronim dari keluarga yang menciptakan mobil tersebut yaitu diantaranya adalah Den Kenjiro, Aoyama Rekuro dan Takeuchi Meitaro sehingga ketiga nama tersebut disingkat menjadi DAT dan menjadi awalan nama perusahaan ini yaitu DAT Motorcar Co. di tahun 1925. Perusahaan ini awalnya memproduksi kendaraan penumpang sampai dengan truk, kemudian pada tahun 1920-an, karena turunnya permintaan militer, memaksa DAT Motorcar Co. untuk bergabung dengan perusahaan truk Jepang lainnya, Jitsuyo Motors, tahun 1926 sehingga namanya menjadi DAT Automobile Manufacturing Co., Ltd. (ダット自動車製造株式会社 Datto Jidōsha Seizō Kabushiki-Gaisha) di Osaka sampai tahun 1932. Dari tahun 1923 sampai 1925, perusahaan ini memproduksi kendaraan dan truk ringan dengan merek bernama Lila.). Tahun 1931, DAT memperkenalkan mobil baru yang lebih kecil, "Datson" pertama, artinya "Anak DAT" (Son of DAT), Pada tahun 1933, setelah Nissan mengambil alih DAT Motors, ejaan terakhir dari Datson diubah menjadi "sun", karena "son" artinya "kehilangan" () dalam bahasa Jepang, sehingga nama akhirnya "Datsun" (ダットサン Dattosan). Tahun 1933, nama perusahaan diubah menjadi Jidosha-Seizo Co., Ltd. (自動車製造株式会社 Jidōsha Seizō Kabushiki-Gaisha, "Automobile Manufacturing Co., Ltd.") dan pindah ke Yokohama.
   Nissan adalah produsen mobil terbesar keenam di dunia, di belakang Toyota, General Motors, Volkswagen AG, Hyundai Motor Group, dan Ford pada tahun 2010. Pada tahun 1999, Nissan membentuk aliansi dengan Renault S.A. dari Prancis, dengan Renault memegang 43,4% saham Nissan sedangkan Nissan memegang 15% saham Renault pada tahun 2008. Bersama dengan jajaran produk biasanya, Nissan juga memasarkan merek mobil mewah yang dinamakan Infiniti. Salah satu mesin Nissan, VQ, telah berada pada jajaran 10 mesin terbaik versi Ward's untuk 14 tahun berturut-turut.



2.       Visi dan Misi
Perusahaan Multinasional seperti Nissan Motors tentunya memiliki visi dan misi, yang dimana Visi yang berasal dari kata (Vision) yang artinya adalah (pandangan) sehingga visi adalah pandangan jauh tentang suatu perusahaan ataupun lembaga dan lain-lain, visi juga dapat di artikan sebagai tujuan perusahaan atau lembaga dan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuannya tersebut pada masa yang akan datang atau masa depan. Visi tidak dapat dituliskan secara lebih jelas karena menerangkan mengenai detail gambaran sistem yang di tujunya, ini disebabkan perubahan ilmu serta situasi yang sulit diprediksi selama masa yang panjang.
Misi adalah suatu pernyataan tentang apa yang harus dikerjakan oleh perusahaan atau lembaga dalam usaha mewujudkan Visi tersebut. Misi perusahaan di artikan sebagai tujuan dan alasan mengapa perusahaan atau lembaga itu dibuat. Misi juga akan memberikan arah sekaligus batasan-batasan proses pencapaian tujuan. Berikut ini adalah visi dan juga misi dari Nissan Motors.
Visi dari Nissan Motors adalah “Enriching People’s lives” yang artinya adalah “Memperkaya kehidupan orang / manusia” maksud dari visi ini yang dimana ada kata “memperkaya” bukan berarti memperkaya dalam segi materi, namu maksud memperkaya disini adalah memperkaya dalam segi eksistensi seseorang, selain itu makna dari memperkaya ini juga memiliki arti mempermudah kehidupan seseorang yang dimana mempermudah tersebut diaplikasikan oleh produk dari Nissa Motors itu sendiri.
Misi dari Nissan Motors adalah “Nissan provides unique innovative automotive products and services that deliver superior measurable values to all stakeholder in alliance with Renault” yang artinya kuran lebih adalah “Nissan menyediakan produk dan layanan otomotif inovatif unik yang memberikan nilai terukur superior kepada semua pemangku kepentingan dalam aliansi dengan Renault” maksud dari misi ini adalah dengan Nissan memberikan produk dan pelayanan jasa yang terbaik dikelasnya untuk diberikan kepada orang banyak, serta juga tidak lupa untuk selalu melakukan inovasi terhadap produk yang dibuatnya sehingga dapat memberikan nilai tersendiri pada perusahaan ini, selai itu perusahaan Nissan Motors juga tidak lupa terhadap Stakeholder atau pemangku perusahaan dibawah aliansi dengan Renault.

3.       Struktur Organisasi
Perusahaan tentunya memiliki sebuah struktur organisasi. Strukrut organisasi perusahaan yang baik pastinya dapat menyokong perusahaan sehingga dapat menjadi perusahaan yang superior juga. Berikut ini adalah struktur organisasi dalam perusahaan Nissan Motors.
Gambar 3.1 Struktur Organisasi Nissan Motors
Gambar diatas merupakan struktur organisasi dari Nissan Motors yang dimana perusahaan ini dikepalai oleh President Chief & Executive Officer yaitu Hiroto Saikawa yang dimana bertugas untuk mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan perusahaan, kemudian selanjutnya adalah Director atau direktu yang terdiri atas tujuh kepala direktur, kemudian selanjutnya adalah Auditors atau auditor yang terdiri atas empat kepala, dan yang terakhir adalah Cooperate Officer atau Opsi Kooperasi yang dikepalai oleh Hiroto Saikawa dan 50 anggota lainnya yang turut andil membantu jalannya perusahaan.

Sumber :
https://www.nissan-global.com/EN/COMPANY/MESSAGE/VISION/
https://www.nissan-global.com/EN/COMPANY/PROFILE/EXECUTIVE/details.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Nissan_Motors


Minggu, 24 Maret 2019

Ekologi dan Ilmu Lingkungan serta Azas Pengetahuan Lingkungan


TUGAS SOFTSKILL PENGETAHUAN LINGKUNGAN
(Ekologi dan Ilmu Lingkungan serta Azas Pengetahuan Lingkungan)

Disusun Oleh :

      Nama Anggota / NPM            : Hega Sinna Armianto                       / 33416255
      Kelas                                       : 3ID11
      Dosen                                      : Adi Pramudyo
      Mata Kuliah                            : Pengetahuan Lingkungan


EKOLOGI DAN ILMU LINGKUNGAN.
Ekologi adalah menurut Wikipedia Bahasa  Indonesia merupakan sebuah ilmua yang mempelajarin tentang interaksi atau hubungan-hubungan antara mahluk hidup dengan lingkungannya. Ekologi berasal dari Bahasa Yunani yaitu oikos yang berarti habitat dan logos yang berarti ilmu jadi maksudnya adalah bahwa ekologi ini merupakan ilmu yang mendalami tentang habitat mahluk hidup dengan mahluk hidup yang tinggal dan apa-apa saja yang terjadi didalamnya.Secara konsepnya ekologi atau ilmu lingkungan itu bersifat antrosentris yang artinya adalah perhatian utama dikaitkan dengan kepentingan manusia, maksudnya adalah pada hal yang di prioritaskan dalam ilmu lingkungan adalah mahluk hidup itu sendiri. Kelangsungan hidup manusia, tumbuhan dan hewan tersebut memiliki kaitan dengan manusia guna untuk memnuhi kebutuhan hidup manusia baik dalam bentuk material seperti bahan makanan, minuman maupun dalam bentuk yang non-material seperti estetika ataupun keindahan yang dihasilkan.
Manusia didalam berkehidupan pastinya tidak terlepas dari berbagai kebutuhan. Kebutuhan tersebut terbagi menjadi kebutuhan dasar atau kebutuhan primer, kebutuhan sekunder dan kebutuhan tersier. Setiap orang memandang kebutuhannya dari sudut yang berbeda-beda , hal ini dipengaruhi oleh faktor ekonomi, pertimbangan kebutuhan, budaya yang berlaku dan juga waktu luang dari manusia itu sendiri. Derajat kepentingan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia dalam kondisi lingkungan disebut dengan mutu lingkungan. Penyebaran sumber daya alam di bumi ini tidaklah rata. oleh karena itu pemanfaatan sumber daya yang ada pada lingkungan juga tentunya berbeda-beda di masing-masing tempat.
Peran ekologi dalam alam dipengaruhi oleh manusia (man and culture) dan alam itu sendiri (nature) yang sebenarnya telah berlangsung sejak berjuta tahun lalu dikehidupan bumi ini. Ekologi berkaitan dengan manusia yang dibutuhkan kehadirannya oleh alam namun juga sebalikanya karena kemampuan dari masing-masing yaitu manusia dan alam akan saling membutuhkan. Dalam hubungan antara alam dan manusia selalu terkandung asumsi bahwa kondisi ekologi akan selalu berada dalam kondisi yang berubah ubah atau dinamis sesuai dengna bekerjanya kekuatan pengaruh alam baik itu lingkungan dan jua mahluk hidup dalam melakukan aktivitasnya.




AZAS-AZAS PENGETAHUAN LINGKUNGAN
Didalam ekologi atau ilmu ekosistem atau ilmu alam pastinya terdapat berbagai azas-azas didalamnya. azas-azas tersebut diantaranya adalah azas hokum termodinamika yaitu hukum yang menjelaskan tentang semua energi yang memasuki sebuah organisme hidup, populasi atau ekosistem dapat dianggap sebagai energi yang tersimpan didalam organisme tersebut.
Azas yang kedua adalah “Tidak ada sistem pengubahan energi yang  betul-betul efisien” maksdunya adalah setiap kali kita berusaha mengubah bentuk energi baik secara alami maupun secara ilmiah energi yang diubah tidak akan pernah lenyap atau hilang dari bumi ini, hal ini disebabkan oleh energi yang bersifat kekal atau tidak bisa dihilangkan
Azas yang ketiga adalah “Materi, energi, ruang, waktu dan keanekaragaman merupakan kategori didalam sumber daya alam (SDA)”. Pengubahan energi oleh sistem harus berlangsung pada kecepatan yang sebanging dengan adanya materi dan energi yang berada di lingkungannya. Pengaruh ruang secara azas berlandaskan dengan materi dan energi sebagai sumber yang  berasal dari alam juga.

DAFTAR PUSTAKA

Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Ekologi
https://www.slideshare.net/amrullahM/artikel-amrullah-m-pentingnya-ekologi-lingkungan
https://adeadittama.weebly.com/blog/asas-asas-pengetahuan-lingkungan